SABRINA PUTI HUMAIRA, NPM : 2210070110034 (2026) GAMBARAN HAMBATAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA SABAI NAN ALUIH SICINCIN. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.
SKRIPSI PUTII (1)-1-49.pdf
Download (2MB)
SKRIPSI PUTII (1)-50-61.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (790kB)
SKRIPSI PUTII (1)-62-92.pdf
Download (3MB)
Abstract
Latar Belakang: Lansia yang tinggal di panti sosial merupakan kelompok rentan
terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut akibat keterbatasan fisik,
ketergantungan pada sistem pelayanan, serta minimnya ketersediaan layanan
kesehatan gigi di lingkungan panti. Di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih
Sicincin, pelayanan kesehatan gigi dan mulut belum terintegrasi secara rutin,
sehingga lansia berpotensi mengalami kesulitan dalam memperoleh perawatan
yang sesuai dengan kebutuhannya. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian
sistematis mengenai hambatan akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada
konteks panti sosial di Indonesia berdasarkan dimensi akses pelayanan kesehatan.
Tujuan: Mengetahui hambatan akses pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada
lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin berdasarkan lima
dimensi akses Penchansky dan Thomas (ketersediaan, aksesibilitas, akomodasi,
keterjangkauan, dan penerimaan). Metode penelitian: Penelitian deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional pada 51 lansia, dipilih dengan total
sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara
deskriptif. Hasil: Hambatan paling mencolok ditemukan pada dimensi ketersediaan
(availability) indikator ketiadaan dokter gigi di dalam panti (100%). Pada dimensi
aksesibilitas (accessibility), meskipun fasilitas dinilai mudah dijangkau
(64,7%), kesulitan mobilitas dan transportasi tetap dialami oleh sebagian besar
lansia (58,8%). Dimensi akomodasi (accommodation) menunjukkan waktu tunggu
yang panjang untuk jadwal perawatan (58,8%), sementara pada dimensi
keterjangkauan (affordability), biaya masih menjadi hambatan meskipun mayoritas
memiliki BPJS (54,9% menyatakan biaya tidak terjangkau). Dimensi penerimaan
(acceptability) tidak menjadi hambatan dengan tingkat kenyamanan dan
kepercayaan terhadap layanan yang sangat tinggi (≥90%). Kesimpulan: Lansia
masih menghadapi hambatan akses multidimensi, terutama dari aspek ketersediaan
dan aksesibilitas. Upaya peningkatan ketersediaan layanan gigi serta kemudahan
akses ke fasilitas kesehatan diperlukan untuk mendukung kualitas hidup lansia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Akses Pelayanan Kesehatan, Kesehatan Gigi dan Mulut, Lansia, Panti Sosial, Hambatan |
| Subjects: | R Medicine > RK Dentistry |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran Gigi > Program Studi Kedokteran Gigi |
| Depositing User: | Suci Yasefia |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 01:53 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 01:53 |
| URI: | http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2362 |
