SYAHDILA PUTRA SAKTI, NPM. 1910070100140 (2025) PENGARUH ANTIHISTAMIN TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DENGAN ATOPI DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA, PADANG. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH.
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-15-18.pdf - Published Version
Download (88kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-19-35.pdf - Published Version
Download (325kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-36-37.pdf - Published Version
Download (80kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-38-46.pdf - Published Version
Download (163kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-47-50.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (91kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-51-59.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (140kB)
SKRIPSI SYAHDILA PUTRA SAKTI 19-140-60-62.pdf - Published Version
Download (82kB)
Abstract
Pendahuluan:
Penyakit atopi, seperti rinitis alergi dan dermatitis, sering kali dikaitkan dengan
gangguan kualitas tidur akibat gejala seperti gatal dan hidung tersumbat1.
Histamin, mediator utama dalam reaksi alergi, memperburuk gejala tersebut, yang
berpotensi mempengaruhi kualitas tidur5. Antihistamin umumnya digunakan
untuk mengurangi gejala alergi, namun pengaruhnya terhadap kualitas tidur,
terutama perbandingan antara antihistamin generasi pertama dan kedua, masih
perlu diteliti lebih lanjut6. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh
penggunaan antihistamin terhadap kualitas tidur pada pasien dengan atopi di
Puskesmas Lubuk Buaya, Padang.
Metode:
Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif yang dilakukan di
Puskesmas Lubuk Buaya, dengan melibatkan 30 pasien dengan atopi yang
menggunakan antihistamin generasi pertama atau kedua. Kualitas tidur diukur
menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Partisipan dikelompokkan
berdasarkan jenis antihistamin yang digunakan, dan kualitas tidur mereka
dibandingkan.
Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,7% responden melaporkan kualitas tidur
yang buruk, dengan adanya hubungan signifikan antara jenis antihistamin yang
digunakan dan kualitas tidur (p=0,042). Dari 12 pasien yang menggunakan
antihistamin generasi pertama, hanya 6,7% yang memiliki kualitas tidur baik,
sedangkan 33,3% memiliki kualitas tidur buruk. Sebaliknya, 36,7% pasien yang
menggunakan antihistamin generasi kedua melaporkan kualitas tidur baik,
sementara 23,3% melaporkan kualitas tidur buruk. Rasio odds menunjukkan
bahwa pasien yang menggunakan antihistamin generasi kedua memiliki
kemungkinan 7,86 kali lebih besar untuk mengalami kualitas tidur yang lebih baik
dibandingkan dengan pasien yang menggunakan generasi pertama.
Pembahasan:
Temuan ini menunjukkan bahwa antihistamin generasi kedua lebih efektif dalam
meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan atopi, kemungkinan karena efek
sedatifnya yang minimal dan tidak mengganggu fase REM tidur. Sebaliknya,
antihistamin generasi pertama yang bersifat sedatif dapat mempercepat onset tidur
namun berpotensi mengganggu arsitektur tidur dan menyebabkan kantuk di siang
hari. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan antihistamin yang tepat
dalam mengelola gangguan tidur pada pasien dengan atopi, dengan antihistamin
generasi kedua menjadi pilihan yang lebih rasional untuk pengobatan jangka
panjang
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Antihistamin; Kualitas Tidur; Pasien dengan atopi; Antihistamin Generasi Pertama; Antihistamin Generasi Kedua |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum |
| Depositing User: | Muqtadirurrijal Muqta |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 05:52 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 05:52 |
| URI: | http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2243 |
