HADID PRATAMA MASKA, NPM. 2210070100153 (2025) ANALISIS HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DAN WAIST TO HEIGHT RATIO (WHTR) TERHADAP RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR ATEROSKLEROSIS MENGGUNAKAN ASCVD RISK SCORE PADA PASIEN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RS HERMINA PADANG. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH.
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-17-21.pdf - Published Version
Download (259kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-22-49.pdf - Published Version
Download (504kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-50-51.pdf - Published Version
Download (245kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-52-66.pdf - Published Version
Download (359kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-67-72.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (270kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-73-93.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (310kB)
SKRIPSI HADID PRATAMA MASKA-94-96.pdf - Published Version
Download (251kB)
Abstract
Penyakit Kardiovaskular Aterosklerosis (ASCVD) merupakan
penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Obesitas, terutama obesitas
sentral, merupakan faktor risiko penting yang dapat dinilai melalui Indeks Massa
Tubuh (IMT) dan Waist-to-Height Ratio (WHtR). WHtR dinilai lebih sensitif
dibandingkan IMT dalam mendeteksi risiko kardiovaskular.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT dan WHtR
terhadap risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis menggunakan ASCVD Risk
Score pada pasien dewasa di Poliklinik Penyakit Dalam RS Hermina Padang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain
potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 41 pasien yang
dipilih dengan teknik consecutive sampling. Variabel bebas adalah IMT dan WHtR,
sedangkan variabel terikat adalah Skor Risiko ASCVD. Data dianalisis secara
univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi gamma.
Hasil: Distribusi IMT menunjukkan 46,3% pasien berada pada kategori obesitas,
31,7% normal, 19,5% Overweight, dan 2,4% Wasting. Distribusi WHtR
menunjukkan 63,4% pasien memiliki risiko tinggi, 34,1% peningkatan risiko, dan
2,4% tanpa peningkatan risiko. Distribusi skor ASCVD menunjukkan mayoritas
pasien berada pada kategori risiko sedang (41,5%) dan tinggi (24,4%). Analisis
bivariat menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara
IMT dengan skor ASCVD (r = 0,653; p < 0,05) serta hubungan yang sangat kuat
dan signifikan antara WHtR dengan skor ASCVD (r = 0,816; p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara IMT dan WHtR dengan risiko
penyakit kardiovaskular aterosklerosis berdasarkan skor ASCVD. WHtR
menunjukkan korelasi yang lebih kuat dibandingkan IMT, sehingga dapat dianggap
sebagai prediktor yang lebih baik dalam menilai risiko kardiovaskular.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indeks Massa Tubuh (IMT), Waist to Height Ratio (WHtR), ASCVD Risk Score, Penyakit Kardiovaskular Aterosklerosis |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum |
| Depositing User: | Muqtadirurrijal Muqta |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:31 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:31 |
| URI: | http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2438 |
