HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN KEJANG DAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUP DR. M DJAMIL PADANG

HANIFATUL MAERIZA AZZAHRA, NPM : 2210070100094 (2026) HUBUNGAN ANTARA DERAJAT KEPARAHAN KEJANG DAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN EPILEPSI DI RSUP DR. M DJAMIL PADANG. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.

[thumbnail of Hanifatul Maeriza Azzahra fix-1-53.pdf] Text
Hanifatul Maeriza Azzahra fix-1-53.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Hanifatul Maeriza Azzahra fix-54-57.pdf] Text
Hanifatul Maeriza Azzahra fix-54-57.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (337kB)
[thumbnail of Hanifatul Maeriza Azzahra fix-58-84.pdf] Text
Hanifatul Maeriza Azzahra fix-58-84.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang: Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai
oleh bangkitan kejang berulang dan sering disertai gangguan psikiatri, terutama
depresi. Depresi pada pasien epilepsi dapat memperburuk kualitas hidup,
menurunkan kepatuhan pengobatan, serta memengaruhi kontrol kejang. Derajat
keparahan kejang diduga berperan dalam meningkatkan risiko dan tingkat depresi,
sehingga hubungan antara kedua kondisi ini perlu diteliti secara lebih mendalam.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara derajat keparahan kejang dan tingkat
depresi pada pasien epilepsi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain
observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian
dilakukan di Poliklinik Saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan Oktober
sampai Desember 2025. Populasi terjangkau adalah pasien epilepsi rawat jalan,
dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden yang diambil menggunakan teknik
consecutive sampling. Derajat keparahan kejang diukur menggunakan Seizure
Severity Questionnaire (SSQ), sedangkan tingkat depresi dinilai menggunakan
Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9). Analisis data dilakukan secara univariat
dan bivariat menggunakan uji Kruskal-wallis dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil: Kelompok usia terbanyak adalah 17–25 tahun yaitu 15 orang (48,4%) dan
jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 17 orang (54,8%). Derajat
keparahan kejang terbanyak adalah kejang ringan sebanyak 13 orang (41,9%),
sedangkan tingkat depresi terbanyak adalah depresi sedang sebanyak 11 orang
(35,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan
antara derajat keparahan kejang dan tingkat depresi pada pasien epilepsi dengan
nilai p < 0,05.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat keparahan kejang
dan tingkat depresi pada pasien epilepsi. Semakin berat derajat keparahan kejang
yang dialami, semakin tinggi tingkat depresi yang dirasakan. Oleh karena itu,
penilaian dan penatalaksanaan depresi perlu menjadi bagian integral dalam
pengelolaan pasien epilepsi

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Epilepsi, Derajat Keparahan Kejang, Depresi.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum
Depositing User: Suci Yasefia
Date Deposited: 06 Feb 2026 03:33
Last Modified: 06 Feb 2026 03:33
URI: http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2329

Actions (login required)

View Item
View Item