KEJADIAN DRY EYE PADA PASIEN PASCA OPERASI KATARAK DENGAN METODE FAKOEMULSIFIKASI DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH TAHUN 2025

TANGGUH ARIWIBAWA, NPM : 2210070100053 (2026) KEJADIAN DRY EYE PADA PASIEN PASCA OPERASI KATARAK DENGAN METODE FAKOEMULSIFIKASI DI RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH TAHUN 2025. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.

[thumbnail of SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-1-57.pdf] Text
SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-1-57.pdf

Download (772kB)
[thumbnail of SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-58-61.pdf] Text
SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-58-61.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-62-96.pdf] Text
SKRIPSI_Tangguh Ariwibawa_FIXX-62-96.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang: Dry eye merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi dan dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Tindakan pembedahan ini dapat menyebabkan gangguan pada permukaan okular dan stabilitas lapisan air mata sehingga memicu terjadinya sindrom mata kering.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dry eye pada pasien pasca operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah tahun 2025.
Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 56 pasien pasca operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner Ocular Surface Disease Index (OSDI). Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia elderly 60-74 tahun (60.3%), berjenis kelamin perempuan (60.3%), dan paling banyak pasien beraktivitas di dalam rumah, yaitu sebanyak 36 pasien (62.1%). Berdasarkan skor kuesioner OSDI, seluruh responden mengalami dry eye dengan derajat ringan hingga berat. Dry eye derajat sedang merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 28 pasien (48.3%), diikuti dry eye ringan 20 pasien (34.5%) dan dry eye berat 10 pasien (17,2%). Untuk lama pasca operasi, paling banyak terdapat pada pasien satu sampai tiga bulan, yaitu sebanyak 41 orang (70.7%). Sebagian besar pasien mengalami dry eye unilateral (60,3%) dan hampir seluruh pasien menggunakan artificial tears (98,3%).
Kesimpulan: Kejadian dry eye masih sering ditemukan pada pasien pasca operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi. Oleh karena itu, evaluasi dan penatalaksanaan dry eye perlu menjadi perhatian dalam perawatan pasca operasi

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: dry eye, katarak, OSDI
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum
Depositing User: Suci Yasefia
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:03
Last Modified: 03 Feb 2026 08:03
URI: http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2325

Actions (login required)

View Item
View Item