KARAKTERISTIK KLINIS PASIEN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA PRIMER DI RUMAH SAKIT PADANG EYE CENTER TAHUN 2025

MELITA AFNIWATI, NPM : 2210070100019 (2025) KARAKTERISTIK KLINIS PASIEN GLAUKOMA SUDUT TERBUKA PRIMER DI RUMAH SAKIT PADANG EYE CENTER TAHUN 2025. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.

[thumbnail of melita afniawati (22-019)-1-64.pdf] Text
melita afniawati (22-019)-1-64.pdf

Download (781kB)
[thumbnail of melita afniawati (22-019)-65-86.pdf] Text
melita afniawati (22-019)-65-86.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (333kB)
[thumbnail of melita afniawati (22-019)-87-103.pdf] Text
melita afniawati (22-019)-87-103.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang : Glaukoma merupakan gangguan pada mata yang bersifat progresif dan dapat menurunkan fungsi penglihatan secara bertahap, sehingga dikenal sebagai “pencuri penglihatan”. Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan peningkatan tekanan intraokular, usia, tipe glaukoma, serta riwayat penyakit vaskular. Glaukoma merupakan penyebab kebutaan terbanyak kedua di dunia setelah katarak dan dapat secara signifikan menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik klinis pasien glaukoma sudut terbuka primer di Rumah Sakit Padang Eye Center Tahun 2025.
Metode : Penelitian ini deskriptif kategorik dengan rancangan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien glaukoma sudut terbuka primer di Rumah Sakit Padang Eye Center pada Mei hingga November 2025. Populasi mencakup seluruh pasien yang memenuhi kriteria, dengan total sampel 56 pasien. Menggunakan teknik total sampling, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil disajikan sebagai distribusi frekuensi menggunakan SPSS.
Hasil : Mayoritas pasien glaukoma sudut terbuka primer pertama kali terdiagnosis pada usia 61–70 tahun (37,5%) dan didominasi oleh laki-laki (54,1%), dengan lama menderita <5 tahun (60,7%). Sebagian besar pasien asimtomatis (46,6%). Rerata tekanan intraokular pasien adalah 25,04 ± 6,801 mmHg. Keterlibatan sisi mata terbanyak adalah bilateral (67,9%). Nilai CDR derajat berat (≥0,7) ditemukan pada 43,6% pasien. Visus awal terbanyak adalah <3/60 (28,7%), sedangkan tatalaksana awal yang paling sering diberikan adalah medikamentosa (58,9%)
Kesimpulan : Glaukoma sudut terbuka primer paling sering terjadi pada pasien laki-laki usia 61–70 tahun, umumnya asimtomatis dengan lama menderita <5 tahun. Rerata tekanan intraokular sebesar 25,04 ± 6,801 mmHg dengan CDR derajat berat, serta keterlibatan mata bilateral. Visus awal cenderung menurun, dan tatalaksana awal yang paling umum diberikan adalah medikamentosa.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: glaukoma primer sudut terbuka, tekanan intraokular, karakteristik klinis, tatalaksana.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum
Depositing User: Suci Yasefia
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:02
Last Modified: 03 Feb 2026 08:02
URI: http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2323

Actions (login required)

View Item
View Item