GAMBARAN KLINIS PASIEN GLAUKOMA NEOVASKULAR DI RUMAH SAKIT PADANG EYE CENTER TAHUN 2025

WARDATUL JANNAH, NPM : 2210070100141 (2026) GAMBARAN KLINIS PASIEN GLAUKOMA NEOVASKULAR DI RUMAH SAKIT PADANG EYE CENTER TAHUN 2025. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.

[thumbnail of SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-1-58.pdf] Text
SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-1-58.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-59-78.pdf] Text
SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-59-78.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (152kB)
[thumbnail of SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-79-96.pdf] Text
SKRIPSI WARDAH BISMILLAH SETELAH SIDANG-79-96.pdf

Download (346kB)

Abstract

Latar belakang : Glaukoma neovaskular merupakan salah satu bentuk glaukoma
yang dapat menyebabkan penurunan lapang pandang hingga kebutaan. Manifestasi
klinis awal umumnya berupa mata merah dan nyeri, meskipun pada usia muda
gejala dapat tidak jelas.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran klinis pasien glaukoma neovaskular di
Rumah Sakit Padang Eye Center Tahun 2025.
Metode: Ruang lingkup penelitian ini adalah ilmu penyakit mata. Penelitian
dilakukan pada bulan Mei - September 2025. Jenis penelitian ini deskriptif
kategorik dengan desain cross sectional. Populasi terjangkau pada penelitian adalah
seluruh pasien yang telah didiagnosis oleh dokter menderita glaukoma neovaskular
di Rumah Sakit Padang Eye Center 2025. Jumlah sampel penelitian ini adalah
sebanyak 56 responden. Analisa data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi,
Pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0.
Hasil : Mayoritas pasien saat terdiagnosa pertama kali glaukoman neovaskular
adalah ebagian besar pasien glaukoma neovaskular di Rumah Sakit Padang Eye
Center tahun 2025 berusia >60 tahun (46,4%) dan berjenis kelamin laki-laki
(55,4%). Riwayat penyakit sistemik terbanyak adalah diabetes melitus (73,2%).
Tidak memiliki riwayat penyakit mata lain yang tercatat. Secara klinis, gejala nyeri
merupakan keluhan tersering (35,7%), dengan keterlibatan mata dominan unilateral
(80,4%). Rerata tekanan intraokular awal pasien adalah 34.03 ± 11,469 mmHg.
Nilai visus pada sisi mata unilateral paling banyak ditemukan pada kategori < 3/60
(buruk), yaitu (50.7%).Tatalaksana awal yang paling banyak diberikan adalah terapi
medikamentosa (48,2%).
Kesimpulan: Mayoritas pasien glaukoma neovaskular di Rumah Sakit Padang Eye
Center tahun 2025 adalah laki-laki berusia >60 tahun dengan faktor risiko utama
diabetes melitus. Secara klinis, pasien umumnya datang dengan keluhan nyeri,
keterlibatan mata unilateral, tekanan intraokular awal yang tinggi, serta penurunan
visus berat. Tatalaksana awal paling sering dilakukan dengan terapi
medikamentosa.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Glaukoma Neovaskular, Tekanan Intraokular, Gambaran Klinis, Tatalaksana
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran > Program Studi Kedokteran Umum
Depositing User: Suci Yasefia
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:02
Last Modified: 03 Feb 2026 08:02
URI: http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2322

Actions (login required)

View Item
View Item