UJI KEBOCORAN LEAD APRON DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PADANG PARIAMAN TAHUN 2025

GINA KAMELIA PUTRI, NPM : 2210070140026 (2025) UJI KEBOCORAN LEAD APRON DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD PADANG PARIAMAN TAHUN 2025. Diploma thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG.

[thumbnail of KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-1-58.pdf] Text
KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-1-58.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-59-68.pdf] Text
KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-59-68.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (361kB)
[thumbnail of KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-69-81.pdf] Text
KTI GINA 17-12 NEW AGAIN-69-81.pdf

Download (1MB)

Abstract

Radiasi sinar-X memiliki manfaat penting dalam bidang radiologi untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit, namun juga dapat menimbulkan bahaya karena bersifat pengion. Untuk melindungi diri dari paparan radiasi, digunakan alat pelindung diri (APD) berupa lead apron. Berdasarkan hasil observasi di Instalasi Radiologi RSUD Padang Pariaman, ditemukan dua lead apron merek Soyee X-Ray yang digunakan sejak tahun 2015 dan belum pernah diuji kebocorannya. Kondisi penyimpanan yang kurang tepat diduga dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan timbal sehingga perlu dilakukan pengujian untuk memastikan kelayakan penggunaannya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen langsung menggunakan pesawat sinar-X diagnostik (Digital Radiography). Sampel penelitian terdiri dari dua lead apron dengan ketebalan 0,5 mm Pb yang masing-masing dibagi menjadi enam kuadran, lalu disinari sinar-X. Hasil penyinaran diukur menggunakan fitur tools measure pada komputer DR dan dibandingkan dengan standar Lambert & McKeon (2001) bahwa kebocoran tidak boleh melebihi 15 mm² pada area vital dan 670 mm² pada area non-vital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lead apron A hanya mengalami lekukan kecil dalam batas toleransi, sedangkan lead apron B memiliki lekukan dan lubang kecil pada area non-vital dengan luas 214 mm², masih di bawah batas maksimum. Dengan demikian, kedua lead apron di RSUD Padang Pariaman dinyatakan masih layak digunakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya uji kebocoran rutin setiap 12–18 bulan serta penyimpanan yang benar agar efektivitas proteksi radiasi tetap terjaga.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Lead Apron, Kebocoran Radiasi, Uji Kelayakan, Proteksi Radiasi, RSUD Padang Pariaman.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Vokasi > Program Studi Radiologi
Depositing User: Suci Yasefia
Date Deposited: 03 Feb 2026 08:02
Last Modified: 03 Feb 2026 08:02
URI: http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2320

Actions (login required)

View Item
View Item