ANANTA DELLA FITRIA, NPM.2210070140075 (2025) PENGUKURAN DOSIS RADIASI YANG DITERIMA LENSA MATA PADA PEMERIKSAAN PANORAMIK MENGGUNAKAN TLD DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS TAHUN 2025. Other thesis, UNIVERSITAS BAITURRAHMAH.
KTI ANANTA DELLA FITRIA-59-60 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN.pdf - Published Version
Download (184kB)
KTI ANANTA DELLA FITRIA-50-58 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (213kB)
KTI ANANTA DELLA FITRIA-41-49 BAB III METODE PENELITIAN.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (316kB)
KTI ANANTA DELLA FITRIA-22-40 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (483kB)
KTI ANANTA DELLA FITRIA-15-21 BAB I PENDAHULUAN.pdf - Published Version
Download (200kB)
KTI ANANTA DELLA FITRIA.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (821kB)
Abstract
Pemeriksaan panoramik merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk
memperlihatkan rahang atas, rahang bawah dan kelainan yang ada pada daerah
mulut. Organ sensitif yang terpapar radiasi pada saat pemeriksaan panoramik
adalah lensa mata. Lensa mata yang terpapar radiasi dalam waktu yang lama dapat
mengakibatkan terjadinya kekaburan pada lensa sehingga menyebabkan terjadinya
katarak yang dapat berkembang sampai terjadinya kebutaan, oleh sebab itu untuk
mencegah terjadinya katarak BAPETEN No. 6 Tahun 2010 menetapkan batas
ambang deterministik untuk peluang terjadinya katarak sebesar 15 mSv pertahun.
Pengukuran dosis radiasi yang diterima lensa mata pada pemeriksaan
panoramik dengan menggunakan TLD-100 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit
Universitas Andalas pada bulan September 2025 dengan menggunakan sampel
sebanyak 7 pasien. Pengukuran dosis dilakukan dengan cara menempelkan TLD
pada kelopak mata kanan dan kiri pasien kemudian dilakukan ekspose
menggunakan kV 73, mA 10 dan s 10,8. Pembacaan TLD dilakukan di
Laboratorium Fisika Medis dan Biofisika Universitas Indonesia. Hasil pengukuran
yang didapatkan dalam satuan nC dengan hasil akhirnya berupa dosis efektif yang
dibandingkan dengan peraturan BAPETEN No. 6 Tahun 2010.
Hasil pengukuran dosis efektif yang tertinggi diterima pasien 2 sebesar 0,13
mSv dan terendah pada pasien 1 sebesar 0,095 mSv dengan rata-rata dosis yang
diterima semua pasien sebesar 0,11 mSv. Berdasarkan peraturan BAPETEN No. 6
Tahun 2010 batas ambang deterministik peluang terjadinya katarak yaitu sebesar
15 mSv pertahun, maka rentang nilai dosis efektif yang diterima pasien tersebut
masih dalam batas aman.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Fakultas Vokasi > Program Studi Radiologi |
| Depositing User: | Muqtadirurrijal Muqta |
| Date Deposited: | 25 May 2026 02:49 |
| Last Modified: | 25 May 2026 02:49 |
| URI: | http://repository.unbrah.ac.id/id/eprint/2385 |
